Main Menu

Thursday, January 12, 2012

duniamu, duniaku




Duniamu sempurna

Duniaku perlu polesan

Matamu asyik mengagumi duniamu

Mataku memandang duniamu untuk memahami

Telunjukmu mengarah ke duniaku

Di ikuti senyum sinis dari sudut bibirmu

Senyum tipis terbentuk di sudut bibirku

Membalas telunjuk yang engkau arahkan

Dunia kita berbeda

Duniaku tidak sempurna, tempat belajar

Duniamu kau anggap sempurna, namun menjelang kehancuran

2 comments:

  1. Emosinya kudapat diujung puisi ini Empuss.
    Di awal kemana aja? Hehehe...

    ReplyDelete
  2. Hehehe... Kursor milikku dikejar-kejar oleh "...miaww...miaww..."

    Hmm, puisinya boleh nih... Pendek tapi padat bicara tentang pandangan dua dunia yang berbeda.

    Salam

    ReplyDelete