Friday, October 7, 2011

V² for Violence and vandalism

9:07 PM




Vandalism dan kekerasan (Violence) dikalangan remaja dan pelajar adalah suatu berita menyesakkan untuk di baca, dimana saat mereka seharusnya belajar dengan giat, rajin dan juga belajar untuk bersosialisasi dengan teman – teman barunya, belajar tentang kehidupan karena usia mereka yang tergolong muda, namun saat ini telah tercoreng oleh aksi – aksi kekerasan dan vandalism.

Salah satu berita tentang perbuatan kekerasan, telah dimuat di website Kompas tadi pagi, bagaimana mungkin sekelompok siswa yang duduk di sekolah dasar melakukan aksi pengeroyokan dan intimidasi terhadap satu orang siswa saja, dimanakah moral dan etika yang menjadi dasar dalam melakukan perbuatan sehari – hari di taruh?

Kekerasan yang di lakukan sejak usia muda sungguh sangat mengherankan, apa yang telah diajarkan kepada kepala genk atau kelompok tersebut di rumah? Apa yang telah dia pelajari di sekolah? Penyerangan yang dilakukan secara berkelompok kepada seseorang, baik dilakukan oleh teman sekelas, senior, sebenarnya merupakan tindakan melakukan keberanian secara berkelompok, inilah generasi yang akan duduk menggantikan para pemimpin negeri ini saat terjadinya suksesi nanti. Sungguh sebuah kenyataan yang menyakitkan.

Dari portal pendidikan website Utusan Malaysia, penyebab vandalism yang terjadi di kalangan remaja dapat kita bagi menjadi 4 bagian :

1.    Pengaruh rekan

Seorang remaja, merasa akan tersisih saat merasa berbeda dengan rekan – rekannya, terutama remaja yang berasal dari keluarga Broken Home, mereka merasa lebih di terima oleh kelompok dan genknya daripada di rumah sendiri. Namun dalam kelompok yang menyukai perbuatan merusak, saat mereka sedang berkumpul adalah saat terbaik untuk melakukan perbuatan vandalism

2.    Keluarga

Setengah pelaku vandalism adalah individu yang berasal dari keluarga Broken Home, kurangnya didikan dan pengawasan dari orang tua dan keluarga karena permasalahan yang terjadi di rumah, menimbulkan upaya untuk melampiaskan segala permasalahan yang dia rasakan (balas dendam).

3.    Pengaruh media massa

Kemajuan dan penetrasi media massa yang masuk sampai ke ruangan keluarga bahkan ruangan pribadi adalah salah satu penyebab tindakan Vandalism, adegan – adegan negative yang terpampang di layar kaca, surat kabar, dan majalah menyebabkan para remaja mendapatkan sebuah contoh kongkrit dan menarik untuk di contoh, sekali lagi, kurangnya pengawasan dan bimbingan dari orang tua dan keluarga menyebabkan mereka tidak dapat memilih mana informasi yang bisa di contoh dan mana yang harus di hindari

4.    Sikap Apati, Individualistik, dan materialistik masyarakat

Remaja adalah suatu produk dari system yang berlaku di dalam masyarakat, Masyarakat yang kurang peduli akan melahirkan kelompok remaja juga yang kurang peduli kepada orang lain. Mayoritas masyarakat yang ada di lingkungan kota2 kita saat ini merupakan masyarakat yang hanya bersifat materialistik dan telah mulai kehilangan rasa sosialnya, tidak peduli tentang apa yang terjadi di lingkungan mereka. Menurut berbagai kajian tentang vandalism, perbuatan tersebut bukanlah perbuatan yang dilakukan oleh orang yang tidak terpelajar, namun lebih banyak dilakukan di lingkungan masyarakat yang kurang memiliki kepekaan dan rasa memiliki fasilitas umum dan fasilitas social di lingkungannya.
Nah, bagaimana cara kita melakukan upaya – upaya mengurangi kegiatan kekerasan dan vandalism di lingkungan kita?, dapatkah kita mengurangi jumlah remaja yang terperangkap di dalam kegiatan vandalism dan violence tersebut?, ternyata hal itu dapat kita lakukan dengan meningkatkan kepedulian kita kepada orang lain, bukan hanya berpikir bagaimana cara menyelamatkan keluarga kita saja. Tanggung jawab kita kepada lingkungan social merupakan tanggung jawab kita juga dalam melindungi keluarga.

Semoga mencerahkan, ;)

Sumber :









Written by

 

© 10-5-2014 about,,,. All rights resevered. Designed by Diubah karena banyak script anehnya

Back To Top