Saturday, August 4, 2012

Benarkah wage Rudolf supratman seorang ahmadiyah?

8:59 PM


Wage Rudolf Supratman adalah seorang pencipta lagu Indonesia Raya yang merupakan lagu kebangsaan Indonesia yang dilahirkan di Jatinegara, Batavia pada tanggal 9 Maret 1903, dan beliau wafat di Kota Surabaya pada tanggal 17 agustus tahun 1945.

Masa kecil hingga dewasa Supratman banyak di lahirkan di kota Makassar, Sulawesi Selatan semenjak beliau mengikuti keluarga kakaknya yang tinggal di Makassar, sampai beliau dewasa dan bekerja di perusahaan dagang. Pada waktu berusia 21 tahun, kemudian Supratman menciptakan lagu Indonesia Raya, sebagai jawaban atas kegelisahan penulis majalah timbul yang ingin ahli – ahli music di Indonesia untuk menciptakan sebuah lagu kebangsaan. Indonesia Raya dikumandangkan pertama kali saat peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 oktober 1928.

Sementara menurut Abdul Basit Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dalam temu dengar dengan para anggota komisi VIII DPR RI pertanggal 16 Februari 2012 mengeluarkan pernyataan controversial bahwa W R Supratman adalah salah satu anggota Ahmadiyah yang ada di Indonesia, hal ini dipergunakannya untuk memperkuat statement dia bahwa Ahmadiyah berkontribusi dalam perjuangan berdirinya Negara Indonesia.
Hal yang sangat aneh dan berlawanan dengan sejarah pendirian Ahmadiyah sebenarnya, dimana Ahmadiyah yang berkembang pertama kali di Indonesia justru bermula dari bumi Minangkabau ( Sumatera Barat) pada tahun 1925 dan di Yogyakarta pada tahun 1924. Dimana tidak ada keterangan bahwa W. R. Supratman pernah menginjakkan kakinya di kedua kota tersebut, jikalaupun pernah menginjak, mungkinkah dalam waktu singkat beliau bisa mengubah keyakinan hidupnya?

Klaim secara sepihak dan dilontarkan di muka umum ini tentu sebuah hal yang sangat lucu dan memalukan dari seorang amir (ketua) organisasi di Indonesia…

Written by

1 komentar:

  1. WR. Soepratman adalah Seorang Katolik, sumber dari Perpustakaan Leiden. Anda juga bisa membaca buku “Mengenal Tokoh Katolik Indonesia: dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional, Hingga Pejabat Negara. Perpustakan Negara sudah mengakui buku tersebut.Buku tersebut ditulis oleh Bernadus Barat Daya dan Silvester Detianus Gea. Silahkan dibaca, telah membantah klaim Ahmadiyah selama ini.

    ReplyDelete

 

© 10-5-2014 about,,,. All rights resevered. Designed by Diubah karena banyak script anehnya

Back To Top