Friday, May 25, 2012

Gugurnya Daun – daun Cinta Daendra (catatan empat musim cinta)

11:04 PM




Daendra berada dalam kamarnya, mencoba pakaian – pakaian dari lemari pakaiannya untuk digunakannya, tubuhnya yang putih dan tinggi semampai tampak menarik dengan pakaian yang di cobanya satu demi satu, hari ini dia akan berjumpa dengan Galang, seorang pencuri hatinya dan sekaligus teman tempat satu kerja.

Mereka berjanji akan berjumpa di sebuah café di mall jam 16.00 nanti, sekarang masih pukul 14.00 dan dia masih bersolek agar kelihatan lebih menarik, kemudian dia keluar rumah dan pergi dengan menggunakan mazda2 hatchback nya melewati jalan protocol yang macet sian itu, di penuhi oleh orang – orang yang sedang sibuk beraktifitas.
***
“Galang,,,” bisik Daendra kepada dirinya di balik setir mobil, seorang pria yang dikenalnya 6 bulan lalu, diperkenalkan oleh rekan sekantornya di rapat pengerjaan proyek pembuatan flyover di kota ini, sosok Galang yang pendiam sangat menarik perhatian Daendra sejak pertama berjumpa. Pekerjaan yang sama dalam satu proyek menyebabkan mereka sering beraktivitas bersama, dan sering makan siang bersama, keakraban mereka bahkan sampai kepada permasalahan – permasalahan pribadi yang sering di ceritakan oleh Daenra kepada Galang, dan Galang pun sering memberikan support dan nasihat melalui telefon maupun email.

Sebenarnya sulit bagi Daendra untuk menerima kehadiran seorang laki – laki dalam hatinya, terlebih dia masih merasa sakit hati atas perlakuan mantan pacarnya saat mereka berpacaran dulu, hatinya terlalu takut untuk kembali disakiti oleh seorang pria lagi.

Namun pada sosok Galanglah, benih – benih cintanya mulai bersemi kembali, kelembutan Galang, sifat pendiamnya, serta seorang pendengar dan pemberi nasihat yang baik bagi permasalahan Daendra perlahan – lahan mulai meruntuhkan tembok di hatinya untuk seorang pria – pria yang selalu berusaha mendekatinya.

Setiap malam, Daendra selalu berharap agar dapat keluar dengan Galang, sekedar bersantap malam, ataupun hanya menonton film terbaru di bioskop, namun tidak satu malampun Galang pernah mengajaknya keluar, dalam pikiran Daendra, Galang adalah type pria yang tidak menyukai kehidupan malam seperti dirinya, “dia sangat cocok untuk menjadi imamku,,,” kata Daendra kepada Mela rekan sekerjanya sewaktu mereka sedang membicarakan sosok Galang di kantor.

***
Mobil Daendra perlahan memasuki pelataran Mall terbesar di kota ini, detak jantungnya semakin lama semakin kencang karena sebentar lagi akan berjumpa dengan pencuri hatinya, segera dia merapikan penampilannya melalui kaca mobil, hatinya sudah bertekad untuk mengatakan perasaan sesungguhnya kepada Galang nanti sore.

Dendra sudah sampai di Mall ya mas Galang,,, Dendra tunggu di café Lacoya dekat tangga, bangku yang ada jendelanya

Pesan SMS dari Daendra untuk Galang, saat dia duduk dan memesan menu di pinggiran jendela,

Iya, InsyaAllah sebentar lagi sampai” balas SMS Galang.

Oh iya, mas mau Sholat Ashar dulu sebentar di Musholla basement ya? Sudah masuk waktu Sholat rupanya” SMS dari galang lagi.

Daendra sedang asyik memandang pemandangan kota melalui jendela di sampingnya, memandang aktifitas orang – orang di bawahnya, kesibukan tiada henti seolah – olah memompa darah ke nadi perekonomian kota ini, sebagai salah satu kota terbesar di pesisir timur pulau Sumatera.

“Sudah lama menunggu, Dendra?” sebuah suara mengejutkan lamunan Daendra.

“Oh, ngga lama kok, mas, justru kayanya Dendra yang kecepatan datangnya”, kata Daendra sambil tertawa kecil.

Galang memesan menu kepada pelayan café, dan sekaligus membayarnya, mereka pun bercerita ringan mengengenai aktifitas harian dan pekerjaan proyek yang belum selesai di kerjakan, alunan music dari para musisi local membuat suasana semakin akrab, sambil menikmati matahari yang mulai tenggelam di sudut barat kota.

“Mas Galang,,,” Kata Daendra tiba – tiba.

“Ya,,,?” Jawab Galang.

“Bagaimana pendapat mas Galang, jika seorang wanita mengungkapkan perasaannya kepada seorang pria yang dia cintai?”

“Hmm,,, bagaimana ya? Cukup sulit neh pertanyaannya, mungkin bagi beberapa pria sulit menerima pernyataan cinta dari seorang wanita, namun ada juga type pria yang dapat menerima ungkapan perasaan dari wanita, sifatnya relative, sih,,,”

“Kalau mas Galang typenya seperti apa?”

“Hehehe, waduh, sulit juga menjawabnya,,, mungkin type pria yang bisa menerima ungkapan cinta wanitalah,,,”

Suasana menjadi Hening beberapa waktu

“Mas Galang, bagaimana jika Dendra mengatakan bahwa Dendra menyukai mas Galang? Sudah lama rasa ini ada di hati, sejak pertama kita berjumpa, mas Galang sudah mencuri hati Dendra”

Kembali keheningan datang di antara mereka

“Dendra, sulit untuk menjawabnya, maaf, Mas sekarang ini sudah memiliki seorang kekasih, dan kami sudah berencana untuk menikah akhir tahun ini” jawab Galang.

Tetes – tetes Kristal turun dari pipi Daendra, hatinya menjadi perih kembali saat mendengar jawaban Galang, tanpa sadar dia bangkit dan berlari keluar dari Mall, karena dia tidak ingin menangis di depan Galang.
Dalam mobilnya, Daendra menangis di atas setir mobil, semua khayalan indah yang pernah dia impikan pergi terbang meninggalkan dirinya, benih – benih cinta yang bersemi di hatinya tiba – tiba berguguran ke dasar hatinya, bahkan sebelum benih itu berkembang menjadi bunga – bunga yang bermekaran.

“tiit,,, tiit,,,” bunyi pesan masuk di HPnya dari Galang, sebenarnya berat baginya untuk membacanya, namun sambil menghapus air matanya, dia membaca pesan singkat dari Galang.

Dendrobium adalah salah satu jenis anggrek yang hidup di atas cadas dan batu, disaat tiada tumbuhan yang dapat hidup disana, dia tumbuh menantang sang mentari, bunganya memberikan pesona keindahan bagi setiap pejalan yang melintasi dan mengaguminya.
Daendra, namamu menggambarkan Dendrobium yang aku katakan, dirimulah keindahan di tengah cadas dan batu kesedihan yang senantiasa aku, dirimu, mereka, kita alami, dirimulah sosok yang sangat tangguh yang pernah aku kenal.
Kamu seorang gadis yang dapat dengan lantangnya tegak menghadapi semua permasalahan hati, kesedihan yang menghantam dirimu, ketegaran dirimu lebih dari apa yang kamu dapat bayangkan sendiri.
Diriku hanya mampu berharap, agar dirimu berjumpa dengan pria yang dapat merawat dirimu, menjaga ketulusan bunga cintamu untuk dirinya, menerima dirimu apa adanya dari sosokmu, aku, dan para pria yang pernah hadir dalam hatimu dahulu adalah para pejalan yang melihat keindahan Dendrobium, namun kami tidak mampu untuk merawatnya, perjumpaan kita bukanlah keterlambatan sebelum diriku mengenal dirinya, namun karena diriku bukanlah sosok terbaik yang mampu merawat keindahan Dendrobium itu,,,
Sahabatmu, Galang
***


googling

Written by

0 komentar:

Post a Comment

 

© 10-5-2014 about,,,. All rights resevered. Designed by Diubah karena banyak script anehnya

Back To Top