Sunday, April 6, 2014

Pemimpin adil tapi kafir atau pemimpin zalim tapi muslim?

10:14 PM




... وَ لاَ تَايْئَسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللهِ، اِنَّه لاَ يَايْئَسُ مِنْ رَّوْحِ اللهِ اِلاَّ اْلقَوْمُ اْلكفِرُوْنَ
. يوسف:87
.... dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir. [QS.Yusuf : 87]
... وَ مَنْ يَّقْنَطُ مِنْ رَّحْمَةِ رَبّه اِلاَّ الضَّآلُّوْنَ. الحجر:56
.... tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat. [QS. Al-Hijr : 56]
قُلْ يعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلى اَنْفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا، اِنَّه هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. الزمر:53
Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS. Az-Zumar :53]

Seharusnya masa terakhir kampanye, dipergunakan oleh tokoh – tokoh muslim agar ingat – mengingatkan satu sama lain tentang kebaikan ataupun nasihat yang bermanfaat misalnya untuk memilih bagi yang memutuskan golput, menjaga kedamaian, dan juga sebagainya yang menurut mereka penting.

Namun sabtu siang kemarin, ada sebuah hal yang membuat saya terkejut saat melihat acara keagamaan disalah satu televise swasta Indonesia, salah seorang ustad melemparkan bola panas dengan bertanya, “mana yang dipilih? Pemimpin adil tapi kafir atau pemimpin zalim tapi muslim? “ dilanjutkan oleh ustad tersebut, menurut ulama bla bla bla, pemimpin adil tapi kafir lebih utama daripada pemimpin zalim tapi muslim.

Sayang sekali, si ustad tidak memakai logikanya, ulama besar tersebut tidaklah hidup pada masa “pemilihan umum” dan tentunya ustad yang :

1. Sumber kehidupannya dari ceramah ditelevisi
2. Tugasnya memotivasi muslim bukan membuat muslim berputus asa

Tidak sepantasnya berkata demikian, sang ustad telah menyruh seluruh umat muslim untuk "berputus asa", jika sang ustad menilai, sekali lagi menilai seluruh pemimpin muslim zalim, dia seharusnya bertugas :
1. Menasihati sang pemimpin yang menurutnya zalim 
2. Mencalonkan diri menjadi pemimpin jika memang merasa dirinya terbaik

Secara tidak langsung sang ustad telah menuduh, semua muslim yang ada di Indonesia adalah manusia zalim, alias bandit. Termasuk guru dan orang tua sang ustad tersebut.

Jika kita mau jujur, berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia yang dikeluarkan oleh BPS semenjak tahun 1996, provinsi – provinsi mana saja di Indonesia yang diisi oleh pemimpin zalim? Daerah muslimkah atau non muslim kah? (dapat di lihat di http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=26&notab=2 ).

Saya sebenarnya tidak ingin mendokotomikan antara muslim dan non muslim yang hidup di Indonesia secara damai (memang di beberapa daerah terjadi gesekan, namun sangat kecil dibandingkan luasnya Indonesia), namun jujur saja, perkataan oknum ustad tersebut melukai hati saya yang terdalam sebagai seorang muslim.

Saat anda melihat seorang ustad mengeluarkan statement “mana yang dipilih? Pemimpin adil tapi kafir atau pemimpin zalim tapi muslim? “, suruh dia turun dari mimbar dan katakan “memangnya pemimpin muslim di Indonesia semua zalim? Lihat dulu data BPS, bro…”.

Written by

0 komentar:

Post a Comment

 

© 10-5-2014 about,,,. All rights resevered. Designed by Diubah karena banyak script anehnya

Back To Top