Monday, November 28, 2011

Pernyataan sang Malam

1:08 AM


Malam telah berubah menjadi kegelapan pekat,satu dua suara kendaraan masih terdengar di pinggiran jalanan dekat tempat diriku berdiam. Suara katak dan jangkrik saling bersahutan satu dengan lainnya, saling mengalahkan agar permintaan mereka akan cuaca terkabulkan.

Seharusnya saat ini jam malam berlaku pada waktu alamku, namun rasa kantuk yang hinggap di mata masih belum mampu mengalahkan perjalanan pikiran yang sedang berkelana menembus batas – batas waktu masa silam. Aku ingin sekali keluar untuk menikmati mala mini dengan beberapa sahabat, namun mereka sedang tidak berada di kota ini.
***
“Kau belum tidur?” tanya Saina kepada diriku yang duduk termenung memandang layar kedap kedip laptop.

“Belum” kataku.

“Apa yang kau lakukan malam – malam begini?”

“Aku hanya membaca kabar yang sampai melalui internet” kataku.

“Kabar tentang apa yang kau dapatkan, sehingga dirimu tahan untuk bergadang semalam suntuk?”

“Kabar tentang apakah besok dunia akan kiamat” kataku dengan sedikit kesal.

“hehehe, kenapa harus marah? Aku sedang bingung saja, saat mentari akan berkunjung sebentar lagi, dirimu masih sibuk dengan duniamu.”

“Aku tidak bisa tidur” kataku dengan heran, kenapa Saina masih belum tidur juga.

“Sedangkan aku lagi mengamati dirimu dan duniamu yang sangat menarik bagiku” kata Saina seolah telah membaca pikiranku.

“Oh, maaf jika aku mengganggu tidurmu” kataku kepada Saina.

“tidak apa – apa, jujur sangat menikmati suasana malam” katanya.

“ada aura ketenangan yang aku dapatkan dari pernyataan sang malam kepada diriku melalui keheningan yang dia tawarkan kepada diriku” lanjutnya lagi.

“tengah malam bagiku hanyalah masa untu menikmati saja, jika aku sedang tidak dapat berkumpul dengan teman – temanku” kataku.

“wah, sayang sekali saat dinihari engkau sia – siakan begitu saja” kata Saina

“kenapa?” tanyaku ingin tahu

“jika saja malam – malam yang kau lalui dapat di pergunakan dengan sebaik – baiknya, tentu engkau akan mendapatkan sebuah energy positif bagi kehidupan hari esoknya”.

“contohnya?” kataku

“kenapa engkau lebih memilih kehidupan dunia daripada engkau bermunajat kepada Allah SWT? Sayang sekali kehidupan malam – malam yang cukup panjang engkau habiskan secara sia - sia”

Ada sebentuk rasa terkejut dari hatiku saat mendengarkan nasihatnya.

“ bukankah dunia hanya perhentian sementara? Saat engkau membuang waktu secara sia – sia, sadarkah waktu itu akan di pertanggung jawabkan kembali kepada dirimu?”

Mulutku terkunci mendengar muhasabah yang dia berikan pada diriku, terasa sekali waktu yang telah aku sia – siakan setiap malamnya, bermabuk – mabukan di pub, bermain internet sampai lupa waktu, tertawa terbahak – bahak setiap malamnya dengan teman – teman seolah umur kami masih panjang sekali.

Tiba – tiba sebuah pertanyaan terlintas dalam pikiranku, siapakah Saina?

***

Aku terbangun saat Azan subuh berbunyi di mesjid dekat rumah, laptopku masih hidup, dan aku tersadar rupanya ketiduran tadi malam, karena kantuk yang tidak dapat aku tahankan, namun percakapan dengan Saina seolah sebuah kenyataan yang baru saja aku alami.

“ Aku adalah imajinasimu dan kerinduan dirimu akan masa lalumu yang sering melakukan Qiyamul Lail” kata Saina dalam pikiranku,

TAMAT

“Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”. (QS. Al-Isra` : 79)
“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzzammil : 1-4)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman terhadap ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang
apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta
memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo`a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajadah : 15-16) 

“Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malamnyai dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (QS. Al-Furqan : 64)  

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata
air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka.
Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka
sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyat : 15-17)  

“Allah merahmati seorang lelaki yang terbangun di malam hari lalu sholat dan membangunkan
istrinya, kalau dia enggan maka ia memercikkan air  ke wajahnya. Allah merahmati seorang
perempuan bangun di malam hari lalu sholat dan membangunkan suaminya, kalau dia enggan
maka ia memercikkan air ke wajahnya.” (HR. Abu Daud no. 1308, 1450, An-Nasa`i 3/205, Ibnu Majah no. 1336, Ibnu Khuzaimah 2/183/1148, Ibnu Hibban 6/306/2567 -Al-Ihsan-, Al-Hakim 1/453 dan Al-Baihaqy 2/501. Dan dishohihkan oleh Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ Ash-Shohih 2/172)

sumber:


Written by

0 komentar:

Post a Comment

 

© 10-5-2014 about,,,. All rights resevered. Designed by Diubah karena banyak script anehnya

Back To Top