Sunday, July 15, 2012

Atheis Galau

1:00 AM




Saya agak bingung mengenai orang – orang yang mengaku sebagai seorang atheis, seringkali mereka beranggapan bahwa mereka tidak membutuhkan sosok Tuhan dalam kehidupan mereka, mereka bebas dan merasa tidak terikat oleh norma dan hukum yang telah di tetapkan dalam agama, mereka merasa telah melalui proses berpikir yang panjang dan melelahkan dan menemukan kenyataan bahwa Tuhan itu tidak ada. Mereka sering sekali menyerang pemikiran Kaum agamis, menyatakan bahwa akal dan pikiran kaum agamis masih terkekang.

Bagi saya, jika mereka telah menemukan kebenaran sejati, kenapa harus menyerang pemikiran orang – orang yang masih mempercayai Tuhan? Terlebih harus mengikuti konsep pencarian mereka yang bersifat filsafat, dimana untuk mendapatkan hasil yang menurut mereka objektif, kita harus menanggalkan baju agama dan baju norma kita.

Agama bagi penganut atheis adalah sebuah candu, yang semakin di konsumsi akan semakin membutuhkan dan berefek tidak baik bagi kesehatan pikiran, melepaskan agama berarti melepaskan kecanduan dari pengikat pikiran mereka yang terbang tinggi menembus awan.

Namun dari proses pergulatan mereka mencari Tuhan menurut akal dan rasio mereka, seringkali kegelisahan mereka secara umum adalah berbasiskan kepada pernyataan “apakah agama saya benar dan agama lain masuk neraka?”, “mengapa Tuhan menciptakan surga dan neraka, dan kemudian sebahagian besar manusia masuk kedalam neraka?”, “mengapa agama lebih banyak menciptakan kebencian bagi manusia daripada kedamaian”, “manusia tidak membutuhkan Tuhan dan agama untuk menjadi bermoral, manusia telah bermoral tanpa beragama”.

Sekilas, tanpa di kritik, pemikiran mereka tampak benar dan meyakinkan, dan kita mengamini bahwa apa yang mereka katakana adalah benar. Yah, tentu saja benar menurut kita, Karena dasar pemikiran kita adalah “Tuhan membutuhkan manusia untuk di sembah” bukan sebaliknya “Manusia membutuhkan Tuhan”. Dan dalam kehidupan sehari – haripun kita sering melihat kebringasan para pemeluk agama sebagai sajian yang menghiasi mata dan telinga kita.

sadarlah bro,,, meski tanpa agamapun, kita tetap akan berperang, bukan? Sejarah telah membuktikan hal tersebut, uku sejarah, dapat kita membaca bagaimana perperangan yang terjadi di Negara China kuno, pertempuran kartago, bahkan Perang Dunia I dan II yang terlepas dari agama apapun di dunia. dan itulah nyatanya sifat manusia, yang sangat menyukai perbuatan maksiat dan pertumpahan darah sebagaimana yang telah tertuliskan dalam kitab suci Alquran…

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’"
Qs. al-Baqarah : 30 

Kaum atheis seringkali kebingungan tentang konsep kebebasan yang mereka anut, bahwa manusia tetap bermoral tanpa beragama, sebuah kredo yang sangat menggelitik sekali, apakah standar moral yang berlaku dalam masyarakat adalah ciptaan kaum atheistic ataukah peninggalan kaum agamais sewaktu agama menjadi hokum pokok di suatu Negara? Dari mana moral – moral dan nilai – nilai kemanusiaan yang harus mereka ikuti itu kalau bukan berasal dari pendidikan kedua orang tua dan lingkungan tempat mereka belajar?

Yah, mungkin ini saja coretan kata hati malam ini, namanya opini, maka saya tidak menaruh referensi disini, hanyalah kilasan2 apa yang melintas di dalam kepala.

Written by

0 komentar:

Post a Comment

 

© 10-5-2014 about,,,. All rights resevered. Designed by Diubah karena banyak script anehnya

Back To Top